Dunia terbagi ke dalam negara-negara secara politik, tetapi Alkitab menunjukkan bahwa Allah memandang dunia sebagai banyak keluarga dan kelompok suku bangsa yang berbicara berbagai bahasa dan memiliki sejarah yang berbeda. India, misalnya, adalah satu NEGARA secara politik, namun memiliki lebih dari 3.000 kelompok suku bangsa (ethnē). Setiap kelompok ini memiliki identitas khusus, bahasa, tradisi budaya, menikah di dalam kelompoknya, dan menolak adanya pengaruh luar. Untuk menjangkau semua kelompok ini, para peneliti dan perancang strategi telah mengembangkan istilah-istilah berikut untuk membantu mengidentifikasi di mana terdapat kebutuhan akan tambahan pekerja dan sumber daya paling besar.
Kelompok Suku Bangsa atau Bangsa (ethnē):
Garis keluarga yang berupaya melestarikan identitas generasionalnya (sejarah dan garis keturunan bersama, seperti bangsa Israel dalam Alkitab). Untuk mempertahankan identitas ini, suatu bangsa biasanya memelihara tradisi mereka, dengan melakukan perkawinan internal, dan menolak pengaruh dari luar (sering kali termasuk Injil). Di wilayah perkotaan, identitas kesukuan terkadang digantikan oleh kelompok-kelompok berdasarkan kesamaan minat, karena manusia tetap membutuhkan kelompok untuk menjadi tempat mereka bernaung dan memperoleh identitas. Namun, kelompok seperti ini tidak sekuat atau se-abadi ikatan darah..
Kelompok STA Frontier (FPGs):
Sebuah Kelompok STA Frontier (FPG) adalah Kelompok Suku Terabaikan yang praktis tidak memiliki pengikut Yesus dan TIDAK ada gerakan yang diketahui, sehingga masih membutuhkan adanya pekerja perintis lintas budaya. Untuk tujuan data, Kelompok STA Frontier didefinisikan secara pendekatan sebagai kelompok dengan 0,1% atau kurang Pengikut Kristus dan tanpa gerakan kepada Yesus yang terkonfirmasi dan berkelanjutan. Sebanyak 60% Kelompok Suku Terabaikan masih termasuk kategori Kelompok STA Frontier yang paling belum terjangkau ini, meski sebagian telah memiliki saksi Injil selama bertahun-tahun. Sebagian besar orang dalam Kelompok STA Frontier tidak akan pernah bertemu seseorang dari kelompok mereka sendiri yang mengenal Yesus. Injil perlu ditanamkan di dalam keluarga-keluarga agar berkat Allah di dalam Yesus dapat berlipat ganda di seluruh kelompok.
Kelompok Suku Terabaikan (UPGs/STA):
Kelompok Suku Terabaikan (STA) memiliki tidak lebih dari 5% orang Kristen dari jenis apa pun dan tidak lebih dari 2% Injili (2 dari setiap 100 orang), sehingga pesan tentang Yesus belum dikenal secara luas dan berdampak kecil pada kelompok tersebut. Namun, banyak diantaranya yang kini memiliki gerakan kepada Yesus yang sedang berlangsung. Pada 40% STA yang bukan termasuk Kelompok STA Frontier, sangat mungkin telah bermitra dengan orang percaya di bangsa itu.
Kelompok Suku Terabaikan yang belum dilayani (UUPGs/STA belum dilayani):
Kelompok Suku Terabaikan “Belum Dilayani” adalah STA atau Kelompok STA Frontier yang tidak memiliki pekerja yang diketahui di tengah mereka yang berupaya memulai gerakan kepada Yesus. Metrik upaya (STA belum dilayani) ini terpisah dari metrik respons Kelompok STA Frontier.
Kelompok Suku Bangsa yang Sudah Terjangkau:
Kelompok yang sudah terjangkau memiliki cukup banyak orang percaya yang hidup di tengah mereka, sehingga orang-orang mengetahui tentang Yesus dan dapat memilih untuk mengikut Dia. Mereka memiliki Alkitab yang dapat dibaca dan komunitas orang percaya yang dapat menjangkau mereka dalam bahasa mereka sendiri. Mereka memiliki lebih dari dua orang Injili per 100 penduduk (2%), atau setidaknya 5% yang mengidentifikasi diri sebagai Kristen.
Kalangan Injili:
Peneliti menghitungnya berdasarkan ketaatan denominasi terhadap iman Alkitabiah. Panduan ini menggunakan angka-angka yang dipublikasikan untuk Injili, Kharismatik, dan Pentakosta guna memperkirakan jumlah global para pengikut Kristus yang dipimpin oleh Roh Kudus—yang rindu orang lain turut berbagi berkat relasi kasih dengan Allah berdasarkan iman kepada Yesus.
Gerakan kepada Yesus:
Murid yang melahirkan murid, bertambah cepat melalui rumah tangga dan jejaring relasi yang sudah ada, diberdayakan oleh Roh Kudus.
Pekerja Perintis (Garis Depan):
Ketika tidak ada orang percaya yang diketahui, pekerja perintis berupaya membentuk “rumah tangga/keluarga damai” pertama (Luk. 10) atau komunitas awal keluarga-keluarga percaya di dalam sebuah Kelompok STA Frontier, sehingga orang lain dapat melihat bahwa mereka juga dapat mengikuti Kristus tanpa mengkhianati bangsanya.