Sejak Pentakosta hingga hari ini, kisah gerakan-gerakan kepada Yesus merupakan jawaban dari doa. Setiap lonjakan pelayanan perintisan lahir dari doa orang percaya. Setiap upaya lintas budaya yang berbuah dan diberkati Allah adalah tunas dan benih yang ditanam oleh Roh Kudus di dalam hati umat kudusNya yang berdoa. —Robert Glover
Di Dalam Mzm. 2:8, Tuhan mengundang kita untuk: “Mintalah kepada-Ku,
maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu,
dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu” Satu-satunya yang dapat kita bawa ke kekekalan sebagai sebuah pusaka adalah “orang lain”—mereka menjadi bagian dari keluarga kekal Allah. Sama seperti Rasul Paulus, sukacita dan mahkota kita adalah mereka yang datang kepada Kristus melalui jerih lelah kita. Sepanjang sejarah, umat Allah yang berbuah di dalam memuridkan dan memberkati bangsa-bangsa terkait langsung dengan doa yang yang dilakukan dengan pengertian.
Sampai Allah campur tangan, hampir setiap pribadi di antara Kelompok STA Frontier akan hidup dan mati tanpa pernah mengenal seorang percaya atau namanya dibawa di dalam doa oleh seseorang. Pandanglah orang-orang yang ada di Kelompok STA Frontier sebagaimana Yesus memandang mereka—tatap wajah dan mata mereka, dan masuklah kedalam kasih Yesus bagi mereka. Yesus mengasihi masing-masing dari mereka hingga rela mati bagi mereka. Karena itu, berdoalah agar Ia menggerakkan anak-anak-Nya untuk memberkati mereka yang terluka atau belum pernah mendengar anugerah keselamatan-Nya.
Berdoalah agar Roh Kudus mencurahkan berkat-Nya atas para murid di seluruh dunia dan atas Kelompok STA Frontier, sehingga banyak dari mereka yang tertarik dan datang kepada Yesus.
Mintalah Roh Kudus untuk menuntun doa-doa Anda, dan mintalah kepada Bapa agar menaruh ke dalam hati Anda sebuah rasa urgensi yang mendesak untuk berdoa bagi jiwa-jiwa yang berharga ini—seperti bila ibu/ayah atau putra/putri Anda sendiri berada dalam keadaan yang bahaya.