Berdoa bagi Kaum Miskin: Menangani Akar Persoalan

Penyebab kemiskinan sangat kompleks dan telah banyak upaya pengembangan yang seringkali gagal. Laporan PBB tahun 2021 menunjukkan tingkat kemiskinan yang sangat bervariasi antara kelompok etnis yang ada di dalam satu negara. Di India, misalnya, lima dari enam orang miskin berasal dari suku/kelompok kasta bawah. Tingkat kemiskinan dinilai berdasarkan kesehatan, pendidikan, perumahan, air bersih, dan standar hidup lainnya. (hdr.undp.org/en/2021-MPI, stratus.earth)

Mari berdoa agar Tuhan dapat memberi hikmat kepada para pekerja-Nya yang berada di tengah orang-orang miskin—agar dapat memberi wawasan tentang akar persoalan dan solusi jangka panjang. Berdoa agar keluarga miskin mengalami kasih Allah yang besar melalui para pekerja yang melayani mereka.

Kemajuan yang besar telah terjadi dengan hadirnya listrik, transportasi, ponsel, serta bantuan air bersih dan kesehatan. Hanya dalam 20 tahun terakhir, lebih dari satu miliar orang keluar dari kondisi kemiskinan paling parah, dan jumlah orang yang hidup dengan lebih dari 10 dolar per hari naik menjadi 900 juta orang. (iresearch.worldbank.org/PovcalNetpov DuplicateWB.aspx)

Namun, meski jumlah kemiskinan yang ekstrim menurun, banyak orang masih kelaparan, sakit, kurang pendidikan, dan tinggal dalam kondisi yang tidak layak—dan pembatasan COVID memperburuk keadaan. Delapan puluh lima persen penduduk dunia hidup dengan kurang dari $30 per hari, dua pertiga dengan kurang dari $10 per hari, dan 10% dengan kurang dari $1,90 per hari. (ourworldindata.org/extreme-poverty, urgentneeds.org/)

Kecanduan narkoba menjerumuskan banyak orang ke dalam kemiskinan dan perdagangan manusia ketika keluarga yang kecanduan berjuang untuk bertahan hidup. Banyak orang dalam Kelompok STA Frontier bergumul dengan kecanduan alkohol atau narkoba, menghabiskan sumber daya yang sedikit. Perempuan di kawasan kumuh Afrika Utara dan India sama-sama berkata, “alkohol adalah masalah terburuk kami.” Sebelum Agustus 2021, Afghanistan memproduksi lebih dari 90% heroin ilegal dunia, dengan tingkat kecanduan sekitar 8% di populasinya; demikian juga terdapat jumlah yang tinggi di Iran. Sejak pengambilalihan oleh Taliban pada Agustus 2021, mereka mengecam “negara narkotika,” melarang budidaya opium, dan mendirikan klinik rehabilitasi bagi orang dewasa dan anak-anak, sesuai larangan Al-Qur’an terhadap zat yang memabukkan.

Mari berdoa agar orang percaya dan organisasi yang takut akan Allah dapat menunjukkan kasih Yesus kepada mereka yang kecanduan—menolong mereka lepas dari narkoba dan menemukan sumber penghasilan yang layak untuk menggantikan perdagangan/pekerjaan terkait narkoba. Berdoa agar orang percaya dapat menolong keluarga-keluarga untuk menemukan bentuk pekerjaan lain yang dapat memberkati keluarga dan komunitas mereka.

Doronglah Generasi Muda dan Anak-anak untuk Berdoa!

Para murid pernah menghalau anak-anak supaya tidak “mengganggu” Yesus, tetapi Yesus memandang anak-anak layak untuk mendapatkan waktu-Nya dan berkata bahwa cara seorang anak dalam menerima Kerajaan Allah adalah sesuatu yang perlu kita teladani:

“’Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: ”Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.” (Mrk. 10:14)

Kita tidak lebih baik dari para murid yang menghalau anak-anak tersebut apabila kita hanya mengajar tentang Yesus tetapi tidak mengajar mereka untuk membangun hubungan dengan-Nya. Jadi, ketika kita memiliki kesempatan, mari kita mendorong dan mengajar mereka untuk berdoa. Ajak mereka berdoa.